Senin, 03 September 2018

TIPS INVESTASI: Mulai Dari Yang Kecil





Banyak orang mengalami kebingungan saat hendak menginvestasikan uangnya. Main saham? Atau investasi reksadana? Atau buka usaha. Padahal, dana yang dimiliki sangat banyak dan berani ambil risiko. 

Ikuti tips berikut ini:

1. Melampaui inflasi.

Untuk investasi jangka panjang, jika Anda tidak mengikutkan faktor inflasi dalam memilih sarana investasi, bisa jadi uang yang Anda tanam malah mengecil daya belinya. Menurut laporan dari Bank Indonesia, untuk Agustus 2013 Indonesia mengalami inflasi sebesar 8.79% dan pada bulan Juli 2013 8.61%. Berarti, jika Anda menanamkan uang di Bank BUMN Deposito yang memberikan bunga 5.46% untuk 1 tahun, atau bahkan di Bank Swasta non-devisa (yang terkenal dengan reputasi suku bunga yang tinggi) 7.21% untuk 1 tahun, sebenarnya Anda sedang kehilangan uang. Bagi mayoritas orang, berinvestasi pada saham atau reksadana saham adalah salah satu cara untuk bersaing dengan inflasi. Perlu diperhatikan bahwa nilai saham bisa naik/turun kapan saja, mereka adalah investasi yang paling beresiko, namun mereka juga menawarkan potensi keuntungan terbesar dan telah secara konsisten melampaui inflasi sejak tahun 1940an.

2. Diversifikasi.

Diversifikasi investasi intinya kita meletakkan dana kita ke beberapa jenis asset, misal kita berinvestasi di logam emas, saham, properti dan surat utang (Sumber: Finansialku). Lagi-lagi, istilah diversifikasi ini dielu-elukan saat membahas investasi. Intinya, diversifikasi dilakukan agar Anda bisa mengatur resiko dan memastikan saat ada salah satu aset Anda yang mengalami kerugian, ada aset-aset lain yang mengalami keuntungan sehingga beban yang dirasakan berkurang dan Anda mampu melanjutkan investasi ke waktu dimana aset tersebut bisa memberikan hasil lebih baik.

3. Memilih investasi yang tepat.

Ada berbagai jenis investasi yang tersedia di pasar saham,  pilihlah investasi dengan resiko yang sesuai dengan selera dan kesanggupan Anda. Di antara saham, obligasi, dan deposito tersedia pilihan dengan kisaran resiko yang berbeda. Secara garis besar, menurut tingkat resiko dan imbalannya: deposito, obligasi, reksadana, dan saham, dengan saham memiliki tingkat resiko dan imbalan tertinggi. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat klik disini.

4. Mulai investasi dengan modal yang kecil dahulu.

Untuk menumbuhkan rasa kepercayaan diri Anda dalam berinvestasi, mulailah dari sesuatu yang kecil dan jangan gegabah. Mulai dari memilih investasi yang sudah terjamin dan memiliki performa yang baik selama lima hingga sepuluh tahun terakhir, dan beli dalam jumlah sedikit namun secara konsisten. Jika Anda perlu bantuan dalam memilih investasi yang baik, Anda bisa konsultasi lebih lanjut kepada broker Anda, atau baca-baca artikel mengenai keuangan lainnya di DompetPintar untuk mengenali tipe-tipe investasi yang ada. Salah satu rekomendasi buku untuk belajar investasi saham boleh juga dengan membaca buku berjudul Jangan Coba-coba Main Saham sebelum Baca Buku Ini! karya Joko Salim, S.Kom,` SE, CFP.

5.  Jangan monitor investasi Anda dengan terlalu ketat.

Jika Anda terus menerus memantau perkembangan investasi Anda, mudah rasanya untuk merasa takut dan cepat-cepat meragukan keputusan Anda berinvestasi. Perlu diingat bahwa tujuan utama Anda adalah untuk membangun kekayaan dalam jangka waktu yang panjang. Apa yang terjadi dengan performa investasi Anda sehari-harinya adalah hal yang kurang relevan, Anda peduli dengan the big picture. Pantaulah laporan perkembangan investasi Anda setiap bulan/ kuartal, tapi jangan lupa bahwa goal Anda adalah nilai investasi itu dalam 10, 20, atau 30 tahun dari sekarang, saat Anda perlu menggunakan uang hasil investasi tersebut.

Baca Juga

6 Tips investasi wajib diketahui biar hidup tak cuma andalkan gaji



Pernah dengar istilah "MADESU" ? istilah ini cukup populer sehingga membuat kitayang mendengarkannya cukup geli.
Banyak orang berpikir bahwa investasi hanya untuk kalangan kaya dan berduit lebih saja. Padahal, investasi adalah sesuatu yang bisa berguna di masa depan bagi siapapun, bukan sesuatu yang baru dimulai di masa depan.

Tak hanya itu, banyak pula orang yang mempunyai tabungan dan berpikir bahwa investasi adalah sesuatu hal yang tidak perlu. Memang tabungan akan menyelamatkan Anda bila ada kebutuhan mendadak di masa depan. Tabungan juga bisa berbunga.

Namun, Anda harus ingat bahwa Indonesia punya pertumbuhan inflasi yang lumayan tinggi. Bila Anda menabung di bank dengan suku bunga 3 persen, sementara misalnya inflasi mencari 5 persen, ini artinya Anda rugi 2 persen.

Oleh karena itu, orang-orang beralih pada investasi yang menawarkan keuntungan untuk mengatasi inflasi. Dari pada uang Anda dibiarkan mengendap, atau habis tanpa kamu Anda tahu ke mana larinya, lebih baik Anda putar supaya dapat keuntungan.

Nah... Biar tetap punya pegangan masa depan walau gaji masih pas-pasan, berikut panduan agar cerdas dan cermat memilih investasi yang tepat


1, Usia Muda Saat Tepat Investasi

Mungkin Anda sering berpikir bahwa usia yang masih muda belum saatnya investasi. Gaji belum seberapa, untuk makan sehari-hari dan senang-senang sedikit juga sudah tak bersisa.

Pendapat ini jelas-jelas salah. Kalau Anda sudah berkeluarga nanti, kebutuhan justru semakin banyak. Memang bisa jadi pendapatan lebih besar, tapi pengeluaran juga sama besarnya.

Jadi, disaat masih muda, belum ada tanggungan selain diri sendiri, mulailah berinvestasi.

2.Perhatikan tujuan investasi

Hal selanjutnya yang harus diperhatikan adalah tujuan investasi. Biasanya, investasi memang untuk jangka panjang. Tapi tak menutup kemungkinan juga untuk jangka pendek, misalnya untuk persiapan nikahan 3-5 tahun ke depan.

Bentuk investasi Anda sangatlah penting diperhatikan. Bila tujuan Anda adalah investasi jangka panjang, maka fokuslah ke sana. Jangan tergoda untuk berhenti di tengah jalan saat kondisi sedikit goyang.

3.Pisahkan tabungan investasi

Merdeka.com - Meski mirip, investasi berbeda dengan tabungan. Uang Anda yang disimpan di bank dalam bentuk tabungan tidak akan menghasilkan apa-apa, selain nominal yang disetor di awal. Mungkin hanya ditambah sedikit bunga.

Sementara investasi bisa memberikan keuntungan yang cukup tinggi asalkan Anda sabar dengan segala naik turunnya. Investasi biasanya jangka panjang, jangan menggunakan uang yang mungkin segera Anda butuhkan. Minimal satu tahun dari sekarang, uang yang Anda investasikan sebaiknya Anda anggap tak pernah ada.

4.Sesuaikan investasi dengan gaji

Merdeka.com - Investasi juga terdiri dari berbagai macam. Mulai dari investasi reksadana, saham online, trading forex, logam mulia, sampai investasi property.

Masing-masing investasi punya kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Pilihan investasi juga harus dilihat dari kemampuan. Bila gaji Anda masih di bawah 4 juta, investasi saham perusahaan (yang dibeli melalui bursa efek) dan trading forex mungkin tidak cocok untuk Anda karena modalnya cukup besar dan risikonya juga cukup tinggi.

Meski keuntungannya juga tinggi, namun investasi ini butuh pengalaman dan jam terbang tinggi.

5.Risiko investasi

Berbeda dengan tabungan, investasi punya dua kemungkinan yaitu keberhasilan kegagalan. Tidak ada yang pernah bisa memprediksi kondisi pasar. Oleh karena itu mempelajari kondisi pasar secara cermat akan sangat membantu.

Ketika Anda akan berinvestasi pada suatu perusahaan, teliti dulu bagaimana kondisi perusahaan itu. Apakah prospek ke depannya bagus? Apakah punya banyak utang? Tergesa-gesa meletakkan dana investasi pada perusahaan yang tidak sehat risikonya juga semakin besar.

6.Investasi berbagai bidang

Diversifikasi di dalam investasi juga perlu. Jangan menaruh seluruh uang yang Anda punya pada satu perusahaan atau barang meskipun saat ini perusahaan itu terlihat sangat prospektif. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di depan.

Investasikan uang Anda di beberapa tempat atau produk yang berbeda. Agar kalau satu lepas, Anda tidak kehilangan segalanya.


HEBOH...AWAL TIDAK TERTARIK,AKHIRNYA BERJUANG 100% DI 3I NETWORKS DAN HASILNYA FENOMENAL

Video Penjelasan Produk /Nilai Tunai – NAB 3i – Networks (Investasi)


BAGAIMANA CARA MENINGKATKAN PENGHASILAN MELALUI BISNIS DAN INVESTASI?


SIMAK VIDEO PEMAHAMAN PERUSAHAAN DAN BONUS







KERJA VS BERBISNIS

Umumnya orang lebih memilih mencari kerja ketimbang berbisnis... Karena mereka merasa AMAN, TERJAMIN, dan penghasilan PASTI... BENER ...