Senin, 02 Desember 2019
Manfaat Investasi Meski Dalam Skala Kecil

Berbicara mengenai investasi, beberapa orang mungkin masih beranggapan bahwa investasi hanya dalam bentuk saham. Pemahaman tersebut nampaknya perlu diluruskan. Investasi tidak hanya dalam berbentuk kepemilikan saham suatu perusahaan. Sebelum mengenal lebih jauh mengenai seluk beluk investasi, ada baiknya bila kita mengetahui definisi dan manfaat investasi.
Pemahaman Investasi
Investasi merupakan tindakan di mana seseorang atau perusahaan mengeluarkan sejumlah dana untuk disimpan sebagai suatu bentuk dengan harapan suatu saat akan mendapatkan keuntungan secara finansial. Bentuk yang kerap kali dijadikan bentuk investasi bisa jadi investasi dalam bentuk kepemilikan saham perusahaan, investasi tanah, maupun investasi emas. Asuransi pun sebenarnya salah satu bentuk dari investasi. Secara lebih luas, investasi juga bisa diartikan sebagai pembelian barang modal yang digunakan untuk tujuan produksi sehingga hasil produksi tersebut dapat memberikan keuntungan bagi pemegang investasi.
Hal yang perlu diluruskan kembali adalah pemilik investasi tidak harus mereka yang bekerja dalam kantor dengan penghasilan fantastis sehingga bisa memiliki sebagian besar saham suatu perusahaan. Semua orang bisa berinvestasi. Sebagai contoh sederhananya diilustrasikan sebagai berikut.
Maria, seorang mahasiswi jurusan Manajemen, telah bekerja paruh waktu sebagai pengajar mata pelajaran bagi anak sekolah selama satu tahun. Ia menyimpan sebagian hasil kerjanya dalam bentuk tabungan. Kini tabungannya telah mencapai nominal yang cukup besar baginya. Sayang, keadaan negaranya kurang stabil dalam ekonomi sehingga inflasi yang cukup tinggi pun tidak terhindarkan. Untuk menghindari penurunan nilai mata uang dari tabungan yang sudah susah payah ia kumpulkan, ia menghabiskan uang tabungannya untuk membeli sebuah kalung emas. Keputusan ini dilakukannya karena ia tahu bahwa harga emas tidak pernah mengalami penurunan yang drastis bahkan cenderung naik. Sehingga bila suatu saat ia membutuhkan dana secara mendesak, Maria bisa menjual kembali kalung emas itu dan mendapatkan uang tunai yang nilainya lebih tinggi dari tabungan yang ia miliki sekarang.
Dari ilustrasi tersebut kita bisa menangkap bahwa Maria sedang melakukan investasi dalam bentuk emas, investasi yang cukup murah namun cukup aman karena nilai logam mulia satu ini cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya. Inilah yang disebut sebagai sebuah investasi. Anda menanamkan modal Anda berupa dana bisa sebagai tanah maupun emas. Kemudian Anda mengeluarkan biaya pengorbanan dalam bentuk waktu, Anda harus menunggu beberapa tahun untuk mendapatkan investasi Anda dalam nilai yang lebih tinggi. Pada akhirnya, ketika barang investasi Anda dijual kembali, Anda mendapatkan uang tunai dengan nilai yang lebih tinggi daripada nominal yang Anda korbankan ketika mendapatkan investasi tersebut.
Investasi Sangat Penting untuk Dilakukan
Kerap kali terbesit di pikiran bahwa investasi terlalu berisiko untuk dilakukan sehingga banyak orang memilih cara tradisional untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik, yaitu dengan menabung di bank. Anggap saja bahwa bunga yang diberikan sebesar 2%. Bila tabungan Anda sekitar Rp1 juta di rekening dan Anda tidak melakukan penarikan maupun penyetoran lagi, maka bunga Anda per tahun sekitar Rp20 ribu. Bisa diperjelas lagi bahwa ini merupakan bunga per tahun, bukan per bulan.
Hal yang berbeda terjadi ketika Anda mengubah bentuk nominal dana Anda sebesar Rp1 juta tersebut menjadi bentuk emas. Untuk keadaan yang sama, Anda tidak melakukan jual atau beli emas lagi dalam satu tahun tersebut, keuntungan Anda bisa jadi lebih besar daripada bunga tabungan. Hal ini dikarenakan oleh sifat barang investasi tersebut cukup menguntungkan.
Dari sini kita bisa mengetahui bahwa investasi penting dilakukan karena memberikan keuntungan yang lebih baik dari cara konvensional seperti menabung. Kita tidak bisa menampik bahwa setiap tahun inflasi di negara kita cukup membuat khawatir apalagi inflasi biaya pendidikan. Ironisnya, pendidikan merupakan hal yang wajib diterima oleh semua warga negara Indonesia. Ketidakmampuan bertahan pada arus inflasi yang tinggi dengan keadaan finansial yang pas-pasan akan membuat Anda semakin tertekan.
Manfaat Melakukan Investasi
Investasi penting dilakukan selain karena memberikan keuntungan yang lebih baik daripada cara konvensional, juga karena berhubungan dengan kebutuhan dan keinginan dari setiap orang yang sangat banyak bahkan cenderung tak terkendali. Pemahaman mengenai faktor pentingnya investasi berhubungan dengan kebutuhan dan keinginan bisa dipahami dari ilustrasi berikut.
Eliza telah bekerja selama 3 tahun pada sebuah perusahaan yang cukup besar. Ia merasa bahwa gaji yang diterimanya telah cukup besar dan ia mulai memikirkan kebutuhan mobil sebagai sarana pendukung kerjanya. Setelah mencoba melihat-lihat beberapa mobil di beberapa showroom, akhirnya Eliza menetapkan pilihan pada sebuah mobil sedan seharga Rp200.000.000. Katakanlah gaji Eliza setiap bulan mencapai Rp 8.000.000 dan Eliza bisa menghemat Rp2.000.000 setiap bulannya untuk keperluan membeli mobil. Bila memang hanya ini sumber pendapatan Eliza untuk membeli mobil, setidaknya ia membutuhkan waktu 100 bulan atau kurang lebih setara dengan 10 tahun untuk mendapatkan mobil sedan tersebut. Bukan waktu yang singkat. Selain karena terlalu lama untuk mendapatkan mobil tersebut, mungkin saja mobil tersebut sudah ketinggalan zaman dan versi terbarunya akan dibanderol dengan harga yang lebih tinggi berkaitan dengan melemahnya rupiah terhadap dolar AS. Maka Eliza harus mencari cara yang lebih cepat untuk mendapatkan dana sebanyak itu dengan waktu yang lebih cepat.
Jelas sekali bila hanya mengandalkan uang gaji saja, Eliza akan terlalu lama menunggu untuk mendapatkan mobil. Bahkan tidak menutup kemungkinan ia sudah menjadi malas untuk mengendarai mobil. Maka alternatif yang bisa digunakan Eliza adalah dengan menjadikan tabungannya sebagai investasi. Katakanlah harga mobil tidak akan naik untuk 5 tahun ke depan dan paling tidak Eliza sanggup bersabar untuk waktu sekitar 4 tahun. Sehingga dalam setahun, setidaknya ia harus berhasil mengumpulkan Rp50.000.000 bila ingin mendapatkan mobil sesuai dengan target waktunya. Bagaimana bisa tabungan mobil setahun yang hanya Rp16.000.000 disulap menjadi 3 kali lipatnya? Dengan menjadikan Rp16.000.000 tersebut dalam bentuk investasi emas atau tanah, bukannya tidak mungkin nominalnya menjadi berlipat ganda. Hal ini karena kebutuhan manusia terhadap tanah selalu meningkat dengan jumlahnya yang tidak pernah naik dan karena minat masyarakat terhadap logam mulia emas tidak pernah turun. Dengan memanfaatkan keadaan sosial seperti ini, Eliza bisa mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan hanya dengan menabung di rekening tabungan biasa. Pemilihan investasi yang tepat sangat berpengaruh pada keberhasilan Eliza dalam mendapatkan dana secara cepat dan ini akan membawanya pada mobil yang diidam-idamkannya.
Memilih Investasi yang Tepat
Berbagai bentuk investasi bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Mempertimbangkan kemampuan Anda dalam investasi merupakan hal yang perlu diperhatikan karena akan berkaitan dengan kemampuan Anda dalam hidup sehari-hari meskipun harus menurunkan standar hidup demi mendapatkan keuntungan dari investasi yang Anda pilih. Beberapa jenis investasi yang bisa Anda pertimbangkan sebagai pilihan investasi Anda adalah sebagai berikut:
1. Tabungan
Merupakan bentuk investasi yang cukup umum digunakan dan bersifat lebih fleksibel. Meski tidak memberikan keuntungan sebesar jenis investasi lainnya, namun resiko yang dimiliki oleh jenis investasi ini tergolong cukup rendah. Cocok bagi investor pemula.
2. Deposito
Tingkatan keuntungannya jelas lebih tinggi dari sekedar tabungan biasa. Anda tetap menyetorkan sejumlah uang ke rekening deposito namun Anda dituntut untuk bisa tidak melakukan penarikan dalam jangka waktu tertentu.
3. Reksadana
Merupakan wadah untuk menghimpun dana secara kolektif dan dikelola oleh manajer investasi. Hasil pengumpulan ini kemudian diubah dalam bentuk lain. Kerugian maupun keuntungan yang didapatkan dari investasi yang disepakati merupakan hal yang harus dibagi rata kepada para penghimpunnya.
4. Obligasi
Biasanya pihak yang mengeluarkan surat hutang obligasi adalah pemerintah. Bila Anda merasa memiliki dana lebih dan ingin melakukan investasi yang cukup aman dengan resiko cukup rendah adalah dengan ‘meminjamkan’ dana Anda kepada pemerintah. Surat hutang obligasi ini akan menghasilkan bunga pinjaman yang akan diberikan kepada Anda selaku pihak yang meminjamkan dana kepada pemerintah.
5. Emas
Investasi ini cukup diminati oleh banyak orang. Selain karena keuntungan yang dihasilkan cukup tinggi dan resiko cukup rendah, pengorbanan investor yang ingin berinvestasi pada emas cukup dengan menunggu beberapa tahun dan hasilnya akan terlihat dengan nominal penjualan emas yang mungkin harganya lebih tinggi beberapa kali dari harga awal investor membeli saham emas.
Mulai dari Nominal Kecil
Itulah tadi ulasan singkat mengenai investasi, apa pentingnya, manfaatnya, dan bagaimana memilih investasi yang tepat. Untuk tetap mendapatkan keuntungan dari investasi, Anda harus pintar dalam memilah dan memilih jenis investasi yang tepat dan cocok bagi Anda. Jangan lupa untuk mempertimbangkan kemampuan dan kebutuhan Anda. Jangan pernah paksakan diri untuk selalu bisa berinvestasi pada skala nominal yang tinggi. Mulailah dari nominal yang kecil dan jadikan keuntungannya sebagai modal untuk membeli investasi yang sama atau yang lebih tinggi. Selamat mencoba!
7 TIPS MERANCANG DANA PENDIDIKAN ANAK

Sumber : www.google.com
Liputan6.com, Jakarta - Sebagai orang tua tentu memiliki harapan untuk memberikan segala yang terbaik bagi anak, termasuk juga dalam hal pendidikan. Namun tak jarang hal ini memberikan beban tersendiri karena biaya pendidikan yang cenderung meningkat setiap tahun. Bila tidak dipersiapkan dengan cermat, tentu akan menggoyahkan keuangan dan pendidikan anak pun terancam terganggu. Untuk itu, perencanaan dana pendidikan perlu disiapkan sejak dini, dan berikut ulasannya seperti dikutip dari www.cermati.com, Selasa (3/1/2017).
1. Persiapkan anggaran sedini mungkin
jangan menunggu hingga anak siap untuk bersekolah baru mulai bingung mempersiapkan dananya, karena pada saat itu Anda sudah tidak mempunyai banyak waktu untuk mempersiapkan diri.
Sebaiknya persiapkan anggaran sedini mungkin bahkan sejak anak masih balita, sehingga Anda mempunyai waktu yang cukup dan tidak terlalu ketat dalam mengatur keuangan.
2. Atur jumlah anggaran pendidikan
Untuk menyiapkan dananya, Anda tentu perlu mengetahui berapa kira-kira jumlah anggaran yang dibutuhkan. Anda dapat mencari informasi mengenai biaya sekolah pada sekolah idaman.
Jangan lupa hitung pula berbagai biaya lain yang mungkin muncul, misalnya biaya ekstrakurikuler, biaya buku dan seragam, uang pangkal, hingga kebutuhan lainnya.
Bila sedang merancang pendidikan untuk sekolah lanjutan atau perguruan tinggi, pertimbangkan pula apakah ada rencana anak Anda untuk bersekolah di luar kota atau bahkan luar negeri?
Karena kondisi tersebut memerlukan penghitungan yang lebih kompleks dan lengkap, misalnya bila Anda berencana menyekolahkan anak keluar negeri, tentu harus memperhitungkan pula biaya akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kebutuhan hidup lainnya. Belum lagi biaya untuk pulang pergi kembali ke kampung halaman dan juga keperluan lainnya
Selanjutnya, perkirakanlah berapa banyak kenaikan rata-rata biaya tersebut setiap tahunnya. Hal ini digunakan untuk dapat menghitung berapa nilai anggaran tersebut beberapa tahun dari sekarang, ketika anak mulai memasuki sekolah tersebut.
3. Atur anggaran untuk setiap anak
Setelah itu, persiapkan dana pendidikan untuk setiap anak. Jadi bila memiliki beberapa anak, maka pisahkanlah dana pendidikan untuk masing-masing, agar tiap anak memperoleh kepastian dan tidak terganggu oleh kebutuhan pendidikan saudaranya yang lain.Untuk mempersiapkan dana tersebut, Anda dapat mengikuti asuransi pendidikan. Mengapa memilih asuransi pendidikan? Karena asuransi ini dapat memproteksi biaya pendidikan anak bila terjadi risiko kematian orang tua atau ketidakmampuan orang tua untuk mencari nafkah akibat cacat atau sakit.
4. Berpikir realistis
Rancang anggaran pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Jangan sampai anggaran pendidikan yang terlalu besar mengganggu anggaran Anda untuk kebutuhan primer lain yang juga penting. Apabila anak menginginkan sekolah pada tempat atau jurusan dengan biaya yang sangat besar, coba pikirkan alternatif lain yang lebih terjangkau. Solusi lainnya, Anda dapat mencoba mencari beasiswa. Tentu saja hal ini juga perlu dikomunikasikan pada buah hati agar mereka siap dan juga mampu mencetak prestasi yang sesuai dengan tujuan tersebut.
5. Menentukan prioritas
Bila Anda merasa mulai kesulitan untuk mengatur dana pendidikan anak karena kebutuhan pengeluaran yang amat tinggi, maka mulailah menyusun daftar skala prioritas. Pelajari anggaran apa yang dapat Anda kurangi untuk dialokasikan pada dana pendidikan. Contoh pos yang dapat dikurangi misalnya dana rekreasi dan hiburan di mana Anda dapat mengurangi makan-makan di restoran atau berbelanja di mal.
6. Alokasi dana
Sisihkan dana dari pendapatan Anda dan pasangan minimal 10 persen sehingga target menabung atau membayar asuransi dapat terpenuhi. Cara ini membantu Anda untuk disiplin dalam mengumpulkan dana pendidikan anak.
7. Bandingkan penawaran asuransi
Mintalah ilustrasi asuransi pendidikan kepada agen dari beberapa perusahaan asuransi. Jelaskan besar manfaat dan kualitas pendidikan yang Anda inginkan untuk anak Anda agar agen tersebut dapat memberikan ilustrasi yang tepat. Dari ilustrasi tersebut Anda dapat mengetahui berapa premi yang harus dibayar, berbagai kelebihan dan kekurangan dari tiap perusahaan. Setelah itu, Anda dapat membandingkan dan menentukan mana yang terbaik.Rancang dana pendidikan anak sejak dini, karena semakin anak dewasa maka waktu yang Anda miliki untuk menyiapkan dana pun semakin sedikit. Selain itu, semakin tinggi tingkat pendidikan anak, maka makin besar pula dana yang Anda butuhkan.
Tanpa Harus Ubah Kehidupanmu, Ini 5 Cara Kumpulkan Uang Banyak

Bintang.com, Jakarta Mengubah kebiasaan rasanya memang sangat sulit. Bahkan, ada yang mengibaratkannya dengan mengubah seluruh kehidupanmu. Maka tak heran, ada beberapa orang yang meski sudah bertahun-tahun berusaha mengubah kebiasaannya, mereka tetap saja gagal. Contohnya, mengubah kebiasaan agar bisa rutin menabung.
Kebiasaan untuk menggunakan uang dengan tidak bijak akan membuat masa depanmu semakin sulit. Memang, mengubah kehidupanmu yang boros tak mudah. Tapi ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan, tanpa harus merasa sengsara.
1
Berhentilah untuk membeli makanan dari warteg atau restoran. Lebih baik, memasak di rumah. Bawa bekal ke kantor atau kampus. Tahan laparmu hingga sampai di rumah dan masak lagi untuk makan malam.
2
Supaya irit, jangan pergi ke luar pada Jumat malam dan juga hari Sabtu. Sehingga, pengeluaranmu akan berkurang.
Supaya irit, jangan pergi ke luar pada Jumat malam dan juga hari Sabtu. Sehingga, pengeluaranmu akan berkurang.
3
Boleh saja jalan-jalan, atau bersantai di sebuah kafe. Tapi, hanya satu minggu sekali. Pilih satu hari dalam seminggu. Misalnya, Kamis malam. Kamu bisa makan malam bersama teman atau keluarga. lebih baik, pilih hari yang ada promonya. Misalnya lady's night atau lainnya.
Boleh saja jalan-jalan, atau bersantai di sebuah kafe. Tapi, hanya satu minggu sekali. Pilih satu hari dalam seminggu. Misalnya, Kamis malam. Kamu bisa makan malam bersama teman atau keluarga. lebih baik, pilih hari yang ada promonya. Misalnya lady's night atau lainnya.
4
Setelah lama melakukan pengiritan, kamu mungkin merasa 'kasihan' atau kangen dengan makanan dan baju-baju yang dulu kamu makan dan beli. Boleh saja memanjakan diri sendiri. Tapi, hanya satu bulan sekali.
Setelah lama melakukan pengiritan, kamu mungkin merasa 'kasihan' atau kangen dengan makanan dan baju-baju yang dulu kamu makan dan beli. Boleh saja memanjakan diri sendiri. Tapi, hanya satu bulan sekali.
5
Boleh saja berlaku baik kepada orang lain. Memberikan sesuatu kepada mereka, apa lagi orang yang kamu kenal memang akan mendapat pahala. Tapi ingat, mentraktir teman-teman atau anggota keluarga lain tentu saja akan mengurangi uang yang bisa kamu tabung. Lebih baik kamu berpikir lagi dan membuat keputusan yang bijaksana.
Boleh saja berlaku baik kepada orang lain. Memberikan sesuatu kepada mereka, apa lagi orang yang kamu kenal memang akan mendapat pahala. Tapi ingat, mentraktir teman-teman atau anggota keluarga lain tentu saja akan mengurangi uang yang bisa kamu tabung. Lebih baik kamu berpikir lagi dan membuat keputusan yang bijaksana.
Hindari 6 Hal Ini Jika Tak Mau Menyesal Saat Pensiun

Tindakan yang kita lakukan hari ini bisa memberi dampak yang besar di masa yang akan datang.
Apalagi bila tindakan tersebut tidak diperhatikan dengan matang.
Banyak orang yang merasa menyesal dengan kondisi yang harus mereka hadapi setelah pensiun. Bukan tanpa sebab, hal ini sering terjadi lantaran gaya hidup boros dan tidak memperdulikan masa depan yang mereka lakukan saat masih bekerja.
Jika Anda tidak ingin hal ini terjadi pada Anda, maka hindarilah untuk melakukan enam hal ini. Apa saja?
Berikut ulasannya
1. Tidak menabung cukup banyak
Menabung pangkal bahagia. Dana tabungan juga pulalah yang menjadi penyokong utama saat Anda memasuki dunia pensiun. Banyak orang yang merasa menyesal saat memasuki dunia pensiun karena tidak menabung cukup banyak.
2. Pensiun terlalu dini
Di usia yang masih muda, pekerja yang memilih untuk pensiun dini masih memiliki kesempatan untuk memulai usaha baru. Pensiun dini juga memberikan manfaat lain seperti hemat biaya kesehatan karena tidak mengalami stres yang terlalu besar akibat bekerja, kurang tidur, atau kurang waktu berolahraga.
Meski menggiurkan, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum mengambil pensiun dini. Jika tidak berhati-hati, mengambil pensiun di usia yang masih produktif malah akan merugikan Anda sendiri.
3. Tidak memiliki rencana di masa pensiun
Walau bukan lagi berada dalam usia produktif, bukan berarti Anda tidak boleh memiliki rencana di masa pensiun. Justru, jika Anda ingin masa pensiun Anda bisa bahagia maka Anda pun harus memiliki rencana apa yang ingin dilakukan saat sudah pensiun.
4. Tidak melakukan adaptasi gaya hidup
Saat telah pensiun, Anda akan memiliki gaya hidup yang berbeda dengan saat masih bekerja. Agar tidak kaget, maka cobalah untuk melakukan adaptasi gaya hidup dan meminimalisir tindakan konsumtif. Hal ini akan sangat berguna di masa pensiun Anda nantinya.
5. Mengabaikan inflasi
Banyak orang yang sudah menabung dalam jumlah besar untuk memenuhi keperluan dana pensiun. Tapi, tak jarang dari mereka yang lupa untuk memperhitungkan biaya inflasi. Sebanyak apapun Anda menabung, nilainya bisa terus menurun akibat inflasi.
6. Mengambil cicilan terlalu lama
Jika Anda ingin mengambil cicilan agar keperluan membayar kebutuhan Anda makin mudah, maka pertimbangkanlah masa cicilan agar tidak terlalu lama. Hal ini bertujuan agar di hari tua Anda tidak perlu memusingkan urusan untuk membayar cicilan.
Inilah Panduan Bebas Finansial bagi Mahasiswa

Bebas finansial diartikan lebih ke arah mampu membiayai kebutuhan sehari-hari. Kalau Anda masih kuliah dan mendapatkan bantuan biaya dari orang tua, alangkah senangnya bila sudah mampu bebas finansial. Sampai saat ini hampir semua mahasiswa yang kuliah mendapatkan biaya kuliah dari orang tuanya.
Kalau pun mereka mendapatkan beasiswa, tetap saja hal tersebut terasa masih kurang untuk kebutuhan sehari-hari. Belum lagi jika kiriman orang tua terlambat. Jadi, pasti rencana Anda bisa tertunda akibat uang yang Anda punya tidak ada.
Untuk menghindari hal seperti itu, tak ada salahnya mulai belajar mandiri dari sekarang. Panduan bebas finansial berikut ini bisa menjadi referensi yang baik untuk dilakukan.
1. Tulis dan Analisis Biaya serta Pengeluaran Bulanan
Bagi Anda mahasiswa baru, ada baiknya mulai belajar mengatur keuangan. Poin penting dalam mengatur keuangan adalah mencatat semua biaya dan pengeluaran dalam satu bulan. Untuk pendapatan, biasanya mahasiswa baru sudah mendapatkan jatah bulanan dari orang tuanya.
Hal-hal kecil seperti ngopi, berkumpul bersama teman, dan beberapa hal kurang penting lainnya mulailah Anda catat dan analisis. Selama hal-hal kecil tersebut memberi manfaat, lakukanlah. Jika tidak banyak manfaatnya, hilangkan saja hal-hal tersebut untuk menghemat biaya. Untuk memudahkan analisis, Anda bisa menggunakan aplikasi pengatur keuangan untuk smartphone android.
2. Terapkan Rumus 50/20/30
Rumus simpel ini banyak membantu orang untuk mengatur keuangan. Dengan rumus ini, Anda jadi tahu ke mana dan di mana sebaiknya memanfaatkan uang Anda. Sebab banyak ahli anggaran yang merekomendasikan rumusan ini.
Anda mungkin pernah mendengar tentang hal tersebut sebelumnya. Untuk lebih mudahnya, rumusan ini menempatkan anggaran Anda ke dalam tiga kategori sederhana:
- Sekitar 50% dihabiskan untuk kebutuhan primer yang meliputi semua kebutuhan pokok, seperti biaya kost, makan sehari-hari, dan tagihan lain semisal pulsa handphone, uang kuliah, dan sebagainya.
- Sekitar 20% ditabung atau untuk melunasi pinjaman (jika ada).
- Sekitar 30% untuk keperluan pribadi di luar kebutuhan pokok, seperti biaya untuk internet, sesekali makan bersama teman-teman, atau kebutuhan ringan lainnya.
3. Cari Biaya Kost yang Murah
Bagi seorang mahasiswa, tinggal di kost bukanlah untuk mencari kebebasan atau kemewahan. Jangan sampai biaya kost ini mengambil porsi yang signifikan dan menguras anggaran Anda. Banyak ahli keuangan merekomendasikan untuk menghabiskan uang untuk keperluan pribadi tidak lebih dari 30% dari jatah kiriman orang tua untuk sekedar biaya kost atau kontrak rumah.
4. Pertimbangkan untuk Kost Sekamar Berdua
Kost dengan sistem sekamar berdua bisa menghemat biaya sewa bagi mahasiswa. Hal ini sudah umum terjadi di banyak kampus. Jika rata-rata jatah kiriman dari orang tua sebesar Rp1.000.000, dengan sewa kost Rp500.000 bisa dibagi berdua dengan teman sekamar.
Tentu saja biaya ini jauh lebih ringan dibandingkan membayar sendiri biaya kost. Mungkin yang baru pertama kali mencoba akan merasa dalam situasi yang canggung. Namun, bagi yang sudah terbiasa, sekamar berdua justru lebih membuat Anda mudah bergaul dan memiliki banyak teman.
5. Kurangi Biaya Makan di Luar
Makanan adalah sebuah kebutuhan, tetapi sering pergi keluar untuk makan bisa menghabiskan banyak biaya. Terlebih Anda adalah mahasiswa yang mengandalkan kiriman orang tua. Kalau pun harus makan keluar bersama teman-teman kuliah, sebaiknya bayar sendiri-sendiri dan di tempat yang harganya terjangkau. Itu pun sebaiknya hanya dilakukan saat weekend. Untuk makan sehari-hari, sebaiknya carilah makanan di warung hemat sekitar kost. Lebih baik lagi kalau bisa masak sendiri.
6. Manfaatkan Apa yang Dimiliki
Godaan mahasiswa biasanya datang dari gaya hidup teman-temannya. Mulai dari yang paling kecil seperti handphonebaru hingga sepeda motor terbaru. Bila Anda sudah memiliki handphone dan sepeda motor yang masih layak digunakan, lebih baik dimanfaatkan saja. Tidak perlu tergoda dengan merek baru yang belum tentu benar-benar Anda butuhkan selain untuk sekadar mengikuti gaya hidup yang sedang tren.
7. Carilah Hiburan Gratis
Namanya juga mahasiswa, sudah wajar jika yang dicari adalah harga murah dan kalau bisa gratis, termasuk dalam menikmati hiburan. Kadang yang namanya hobi menjadikan diri gelap mata. Ingatlah, dalam setiap hobi yang berbayar, selalu ada cara untuk mendapatkan yang gratis.
Ambil contoh jika hobi menonton film terbaru, Anda harus mengeluarkan biaya sampai Rp50.000 untuk menonton di bioskop. Daripada harus mengeluarkan uang, kenapa tidak mengikuti kuis mendapatkan tiket nonton film yang sering di-posting di media sosial? Prinsipnya, ada banyak cara untuk mencari gratisan dari hobi yang berbayar tersebut.
8. Mencari Penghasilan Tambahan
Memang sebagai seorang mahasiswa, kewajiban utama Anda adalah menimba ilmu di kampus dengan sebaik-baiknya. Untuk persoalan uang untuk kebutuhan sehari-hari, sebagai mahasiswa tentu tak perlu pusing-pusing memikirkannya.
Sebab orang tua masih akan menanggung sepenuhnya. Namun, masalahnya adalah uang saku yang diberikan orang tua sering kali kurang mencukupi kebutuhan bulanan. Di sinilah Anda dituntut untuk bisa mandiri.
Oleh karena itu, Anda perlu berusaha sendiri untuk menambah pundi-pundi uang di dompet. Cara paling mudah dan praktis adalah dengan bekerja paruh waktu sebagai freelancer. Banyak pekerjaan yang bisa didapatkan secara freelance, seperti menjadi guru privat, menjadi penulis naskah, atau mengerjakan proyek online sesuai skill dan bidang yang dipelajari semisal desain grafis atau pemrograman komputer.
Dengan cara tersebut, Anda tak perlu keluar dari kamar dan menghabiskan biaya transportasi. Bahkan, Anda bisa dapat tambahan penghasilan dari pekerjaan freelance tersebut.
Mulailah Berhemat dan Carilah Pendapatan Tambahan
Uraian di atas memberi gambaran bagaimana Anda bisa semakin mandiri secara kreatif menyiasati kebutuhan, khususnya jika status Anda masih mahasiswa yang mengandalkan kiriman biaya kuliah dari orang tua.
Selain berhemat, Anda sebenarnya juga bisa lebih kreatif dengan menambah penghasilan. Ada banyak cara untuk menambah penghasilan yang bisa dilakukan seorang mahasiswa. Kuncinya, Anda mesti kreatif dan punya tekad yang kuat.
Langganan:
Komentar (Atom)
KERJA VS BERBISNIS
Umumnya orang lebih memilih mencari kerja ketimbang berbisnis... Karena mereka merasa AMAN, TERJAMIN, dan penghasilan PASTI... BENER ...
-
Kalau mau NABUNG GRATIS + INCOME...Simak konsep sederhana ini Standart Rekrut sesuai sistem Hanya 3 orang saja (Ini khusus bagi mitra y...
-
Embro VS Pipo Dahulu kala di suatu Desa kecil dekat lembah yang asri, ada dua Sahabat bernama Embro dan Pipo. Mereka...
-
Memiliki asuransi jiwa akan mengarah pada ketenangan pikiran seseorang. Terdapat banyak manfaat penting mengapa setiap orang harus m...
