Minggu, 16 September 2018

GENERASI MILENIAL, SEGERALAH BERINVESTASI

Sebagai karyawan milenial, apakah Anda sudah tahu manfaat berinvestasi? Jika sudah, apakah sudah mulai berinvestasi?
Melvin Mumpuni, Perencana Keuangan  menemukan fakta, ternyata delapan dari 10 karyawan milenial belum berinvestasi. Padahal, mereka sudah tahu manfaatnya.
Contohnya, Dian Hapsari (26). Meski sudah bekerja hampir empat tahun sebagai karyawan swasta, namun ia mengaku belum berinvestasi sampai saat ini. Padahal, ia tahu betul apa itu investasi. Menurutnya, investasi itu sama seperti menabung, tetapi investasi lebih ke jangka panjang.
Dian mengaku, sampai saat ini masih memikirkan risiko investasi, sehingga menghambat langkahnya untuk mulai memikirkan tabungan jangka panjang yang ia maksud.
“Belum menemukan produk investasi yang tepat untuk dijalani. Masih terlalu banyak mikirin risiko. Takut salah pilih produk investasinya,” ujar Dian.
Padahal, Dian tertarik dengan investasi lewat reksadana. Banyak rekannya yang sudah berbagi informasi seputar reksadana. Hanya saat ini ia masih belum tahu alur kerjanya seperti apa. “Masih takut juga kena tipu. Takut penyedianya itu bodong,” ujar Dian.
Salah kaprah
Menurut pengamatan Melvin, ada lima penyebab kaum milenial masih enggan berinvestasi. Pertama, modal besar. Nyatanya masih banyak kaum milenial yang menganggap investasi itu untuk orang kaya, sehingga butuh modal besar. Bahkan sebagian dari mereka menyatakan gajinya kecil, sehingga susah jika mau berinvestasi.
“Justru karena gaji masih kecil, maka Anda harus menambah pengasilan. Investasi adalah satu dari tiga jenis cara menambah penghasilan,” ujar Melvin.
Kedua, risiko tinggi. Banyak pemula yang berpikir risiko investasi itu tinggi. Ya memang jelas, semua produk investasi itu punya risiko. Akan tetapi, jika tidak berinvestasi pun Anda tetap berisiko. Misalnya tak bisa mengejar tujuan Anda.
Ketiga, Investasi itu pasti rugi atau uang hilang. Padahal tidak seperti itu, malah justru ketika anda mendiamkan uang Anda, nilai uang akan berkurang akibat inflansi.
Keempat, ada banyak biaya tambahan. Sebenarnya tidak semua investasi punya biaya tambahan. Walaupun sebagian besar ada biaya administrasi, platform, biaya data, dan lain sebaginya. Namun, ada pula yang tidak mengenakan biaya itu misalnya reksadana.
Kelima, uang dikunci atau tidak bisa diambil. Pada kenyataanya banyak investasi yang bisa anda cairkan dalam waktu dekat. Contohnya saja reksadana bisa dicairkan satu hari setelah dibeli.
Nah, untuk mendorong para milenial berinvestasi, Melvin menyebut, mereka harus tahu dulu tujuannya apa. Misalnya saja milenial yang lahir tahun 1986 hingga 1994, butuh dana buat menikah atau membayar uang muka rumah, bisa menjadikan itu motivasi untuk berinvestasi.
Selanjutnya, harus meningkakan pengetahuan soal investasi tersebut. Coba cari tahu untuk bisa meraih tujuan tersebut bisa dengan menggunakan investasi jenis apa. “Ibarat mau nge-gym, mereka yang mau mencoba investasi harus punya personal trainer. Bisa dengan datang ke financial planner,” jelas Melvin.
Melvin mengingatkan, justu di usia awal inilah mereka harus segera berinvestasi. Karena jika mereka sudah di puncak karir, mereka tidak bisa coba-coba lagi. Lebih baik jatuh di usia awal, ketimbang jatuh ketika sudah berada di puncak.
“Usia di bawah 35 itu harusnya sudah mulai investasi. Usia 35-40 tahun itu sudah masuk akselerasi. Jadi sekarang waktunya belajar,” imbuh Melvin.
==============================================



1. Investasi MUTLAK diperlukan oleh orang Indonesia masa kini.
Mengapa ?
a. Karena adanya pergeseran nilai uang, atau yang sering disebut INFLASI
Contoh :
10th yang lalu, dengan uang Rp 500,- kita bisa beli satu mie instant atau membeli 1 butir telur
Saat ini barang yang sama, harganya sudah sekitar Rp. 3500.
b. Kemampuan masyarakat utk NABUNG MENURUN, karena LIFE STYLE yang tinggi
Cara hidup manusia modern saat ini, jauh berbeda dengan masyarkat yang hidup 10th s/d 20 yang lalu.
Maka cara pengelolaan uang pun juga beda.
Udah gak cukup hanya dengan NABUNG atau DEPOSITO lagi.
c. Punya CADANGAN DANA untuk keperluan diluar pengeluaran rutin
Oleh karenanya MUTLAK perlu punya INVESTASI
2. Apa saja Instrumen/Produk INVESTASI ..
INVESTASI itu mirip seperti orang bangunan rumah.
Dimulai dari "LANTAI DASAR", yaitu
PENCAPAIAN atau TUJUAN INVESTASI
* Punya dana darurat
* Punya cadangan dana utk pendidikan, kendaraan, rumah
* Punya dana untuk masa pensiun
* Punya cadangan dana untuk liburan
Untuk dapat mencapai tujuan di "LANTAI DASAR" ini, hanya ada 5 macam instrumen atau produk investasi, yaitu : TABUNGAN, DEPOSITO, REKSADANA, EMAS dan INSURANCE
Jika kita punya DANA yang LEBIH maka kita bisa bangun "LANTAI ATAS" yaitu membangun aset : PROPERTY & SURAT BERHARGA.
3. Apa Manfaat Investasi ?
Semua orang, apapun profesinya akan menuju satu titik yaitu MASA PENSIUN
Disaat sudah tidak PRODUKTIF otomatis INCOME akan berhenti, sedangkan BIAYA HIDUP baik yang RUTIN maupun DADAKAN masih terus ada bahkan MENINGKAT
Oleh karenanya perlu SUMBER INCOME yang berasal dari hasil INVESTASI
4. Tips untuk Investor Pemula
a. Ukur kemampuan financial kita dan pilih investasi dengan jumlah yang TERJANGKAU sesuai kemampuan kita
Dari jumlah yang kecil, toh akan jadi besar juga
b. Pilih jangka waktu (masa tanam) yang tepat.
c. Belajar investasi dari SEKARANG.
Jangan takut gagal, berani mencoba !
Karena jika kita tidak berani bertindak mulai INVESTASI, maka keuangan kita TIDAK AKAN ADA PENINGKATAN, STUCK & tidak kemana-mana
Salah Satu Rekomendasi TERBAIK untuk berinvestasi saat ini adalah di 3INETWORKS CAR - SALIM GRUP
3i-Networks dari PT Central Asia Raya member Salim Group, pilihan investasi SANGAT TEPAT untuk masyarakat Indonesia. MENGAPA?
1️⃣️JUMLAH yang TERJANGKAU,
2️⃣️LEGAL (OJK),
3️⃣️AMAN (REINSURANCE),
4️⃣️BONUS LIFE INSURANCE
5️⃣️Plus 6 macam BONUS lainnya
Bukan diri kita yg menjadi prioritasnya ,tapi ada mereka yg harus tetap terlindungi sepeninggal kita nanti ......
Info dan pendaftaran"
WA 081299366135
Salam dahsyat 3i_CAR
Semangat Go Crown ðŸ’¥ðŸ’¥

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KERJA VS BERBISNIS

Umumnya orang lebih memilih mencari kerja ketimbang berbisnis... Karena mereka merasa AMAN, TERJAMIN, dan penghasilan PASTI... BENER ...